Jalan Rusak dan Masalah Irigasi Menjadi Konsen Masyarakat Pada Reses Anggota DPRD Lampung Yusnadi

Bandar Lampung — Anggota DPRD Provinsi Lampung Yusnadi beberkan hasil evaluasi serap aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses yang dimulai sejak 23 – 30 Juli 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di enam kecamatan, dengan mayoritas warga mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan yang rusak, terutama jalan-jalan desa.

“Masyarakat paling banyak meminta perbaikan jalan. Hampir 90 persen keluhan di desa-desa adalah soal kondisi jalan yang rusak. Ini menjadi masalah serius, terutama di wilayah kabupaten,” ujar anggota DPRD dari Fraksi PKS Lampung, saat di temui, Kamis (31/7).

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan bahwa pihaknya terus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait klasifikasi jalan, apakah menjadi kewenangan pusat, provinsi, atau kabupaten. Hal ini penting agar masyarakat tidak salah persepsi dan memahami tanggung jawab pemerintah pada tiap tingkatan.

“Kami juga mendorong agar dana desa dapat dimanfaatkan untuk perbaikan jalan lingkungan. Di tingkat provinsi, kami mengawal agar anggaran infrastruktur masuk ke daerah-daerah sesuai kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Selain infrastruktur, warga juga menyampaikan keluhan terkait harga komoditas pertanian, seperti singkong, serta permasalahan irigasi di wilayah tambak. Di daerah Pasir Sakti, Desa Mekar Jaya, dan Pasir 1, warga mengusulkan pembangunan tanggul atau pintu air untuk mencegah air laut masuk ke areal pertambakan.

“Dulu banyak warga alih fungsi dari sawah ke tambak, dan hasilnya bagus. Tapi sejak pandemi, hasil tambak anjlok karena penyakit udang. Sekarang warga ingin kembali ke pertanian, namun terkendala air laut yang masuk melalui sungai,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, pihaknya akan mendorong penganggaran pembangunan pintu air untuk tahun mendatang. Upaya ini diharapkan mampu memulihkan ribuan hektare lahan pertanian dan meningkatkan ketahanan pangan di wilayah tersebut.(*)

Pos terkait